KABANJAHE - Ishak Alpredo (15), siswa kelas VIII SMPN 1 Kabanjahe kritis, setelah diseruduk mobil Daihatsu pick up saat hendak menyebrang jalan sepulang sekolah di Jalan Jamin Ginting Kabanjahe, persisnya di depan Kantor Bupati Karo, tadi siang.
Informasi yang dihimpun Waspada OnIine dari lokasi kejadian, korban saat itu bermaksud menyeberang jalan untuk menunggu angkot menuju tempat kosnya arah ke kota Berastagi.
Naasnya, belum lagi melangkah sampai ke pertengahan badan jalan, tiba-tiba dari arah Berastagi muncul satu unit mobil Daihatsu pick up BK 8078 SE dikemudikan Ramlah Purba, yang langsung menabrak korban.
Akibatnya, tubuh mungil itu terhempas sekitar dua meter. Sementara, mobil tersebut selain menabrak korban juga menyeruduk taman pembatas jalan. Warga yang kebetulan berada di lokasi, langsung melarikan korban ke RSU Kabanjahe.
Korban yang baru dua hari berada di Kabanjahe ini menderita luka serius pada bagian kepala, kaki dan tangannya. Sebelumnya, korban menghabiskan masa libur sekolah di Desa Ujung Deleng Kecamatan Kutabuluh Kabupaten Karo.
SMP Negeri 1 Kabanjahe
Jumat, 16 Desember 2011
Puluhan Siswi SMP Negeri I Kabanjahe Kesurupan Kabanjahe
Setelah dua hari berturut-turut sejumlah siswi SMP Negeri I Kabanjahe, kesurupan mulai sejak Jumat kemarin, kini senin pagi (23/4) kejadian yang sama terulang kembali, kali ini korbannya sebanyak 25 orang pelajar sekolah tersebut.Menurut Kepala sekolah SMP Negeri I Kabanjahe Drs Benar kaban, kejadian yang melanda sejumlah muridnya yang kesurupan sudah tiga kali, bahkan ada murid yang dimasuki roh jahat itu berulang, yang sebelumnya juga sudah kesurupan.
Menyinggung upaya pihak sekolah untuk mengantisipasi kejadian yang menimpa sekolah tersebut mengingat UN mulai dilaksanakan Selasa (24/4) Kepsek mengatakan, dua tokoh agama dari kristen dan Islam sudah didatangkan untuk mengusir roh jahat yang menggangu sejumlah murid perempuan, sekaligus mendokan korban kesurupan, kata Kaban tanpa menyebut nama tokoh kedua agama tersebut. Katanya lagi para siswa yang kesurupan itu waktunya sesaat sebelum memasuki ruangan yaitu pada saat berbasis di halaman sekolah, mulanya kami mengira belum sarapan pagi dari rumah, ternyata setelah mereka mengingau baru kami yakini bahwa para siswa tersebut dirasuki roh jahat, ujarnya.
Pantauan wartawan, salah seorang siswi yang kesurupan bernama Sartika br Karo duduk dikelas III, sempat berlari-lari menuju gerbang sekolah, namun secara kebetulan salah seorang guru berada di gerbang langsung menangkapnya dan membawanya ke ruangan kepala sekolah untuk mendapatkan perawatan.Saat berada didalam ruangan kepsek, korban kesurupan meraung-raung dan berteriak sambil mengatakan “tolong jangan bunuh aku,” mendengar suara teriakan itu beberapa orang siswa langsung mendekatinya untuk menenangkan korban sambil memberikan air putih, mereka berdoa bersama.
Sementara di ruangan lain kantor guru sekolah Ketua DPD KNPI Karo Ferianta Purba SE, yang berada di tempat bersama para guru dan siswa turut memberikan pertolongan untuk menyadarkan beberapa orang korban yang tidak sadarkan diri, siswi kesurupan yang dikuasai ke ruangan tersebut Lea Agita T Kelas I, Novely Br Ginting, Pebulisa Br Ginting keduanya kelas III, Yosenia Kelas II. Sedangkan siswi lainnya yang sempat kesurupan dan kembali sadarkan diri, kepsek mengijinkannya untuk pulang ke rumah masing-masing diantar oleh teman sekelas.
Sebelumnya kepsek memerintahkan kepada para guru untuk menghentikan proses belajar mengajar di ruangan dan memulangkan seluruh murid agar kejadian tersebut tidak merembes kepada siswa yang lainnya. Di sisi lain para orangtua murid merasa resah atas kejadian tersebut, apalagi UN sudah dekat, juga para gurupun terkesan setengah-setengah untuk mengatasi, menaggulangi dan upaya melindungi para murid dari gangguan roh jahat serta menyakinkan para orangtua dan pelajar sekolah itu. Untuk itu kiranya Kepsek perlu membuat satu kebijaksanaan guna mengusir roh jahat yang mengganggu agar para pelajar tidak terganggu untuk mengikuti pelajaran maupun ujian, ujar salah seorang orangtua murid. (ps)
dikutip dari harian analisa 26 April 2007
Menyinggung upaya pihak sekolah untuk mengantisipasi kejadian yang menimpa sekolah tersebut mengingat UN mulai dilaksanakan Selasa (24/4) Kepsek mengatakan, dua tokoh agama dari kristen dan Islam sudah didatangkan untuk mengusir roh jahat yang menggangu sejumlah murid perempuan, sekaligus mendokan korban kesurupan, kata Kaban tanpa menyebut nama tokoh kedua agama tersebut. Katanya lagi para siswa yang kesurupan itu waktunya sesaat sebelum memasuki ruangan yaitu pada saat berbasis di halaman sekolah, mulanya kami mengira belum sarapan pagi dari rumah, ternyata setelah mereka mengingau baru kami yakini bahwa para siswa tersebut dirasuki roh jahat, ujarnya.
Pantauan wartawan, salah seorang siswi yang kesurupan bernama Sartika br Karo duduk dikelas III, sempat berlari-lari menuju gerbang sekolah, namun secara kebetulan salah seorang guru berada di gerbang langsung menangkapnya dan membawanya ke ruangan kepala sekolah untuk mendapatkan perawatan.Saat berada didalam ruangan kepsek, korban kesurupan meraung-raung dan berteriak sambil mengatakan “tolong jangan bunuh aku,” mendengar suara teriakan itu beberapa orang siswa langsung mendekatinya untuk menenangkan korban sambil memberikan air putih, mereka berdoa bersama.
Sementara di ruangan lain kantor guru sekolah Ketua DPD KNPI Karo Ferianta Purba SE, yang berada di tempat bersama para guru dan siswa turut memberikan pertolongan untuk menyadarkan beberapa orang korban yang tidak sadarkan diri, siswi kesurupan yang dikuasai ke ruangan tersebut Lea Agita T Kelas I, Novely Br Ginting, Pebulisa Br Ginting keduanya kelas III, Yosenia Kelas II. Sedangkan siswi lainnya yang sempat kesurupan dan kembali sadarkan diri, kepsek mengijinkannya untuk pulang ke rumah masing-masing diantar oleh teman sekelas.
Sebelumnya kepsek memerintahkan kepada para guru untuk menghentikan proses belajar mengajar di ruangan dan memulangkan seluruh murid agar kejadian tersebut tidak merembes kepada siswa yang lainnya. Di sisi lain para orangtua murid merasa resah atas kejadian tersebut, apalagi UN sudah dekat, juga para gurupun terkesan setengah-setengah untuk mengatasi, menaggulangi dan upaya melindungi para murid dari gangguan roh jahat serta menyakinkan para orangtua dan pelajar sekolah itu. Untuk itu kiranya Kepsek perlu membuat satu kebijaksanaan guna mengusir roh jahat yang mengganggu agar para pelajar tidak terganggu untuk mengikuti pelajaran maupun ujian, ujar salah seorang orangtua murid. (ps)
dikutip dari harian analisa 26 April 2007
Langganan:
Komentar (Atom)